PASAMAN – Pengerjaan proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) pada ruas Simpang III Rumbai menuju Muara Tais, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga periode pelaporan minggu ke-18 (13 April – 19 April 2026), realisasi fisik di lapangan berhasil melampaui target yang direncanakan.
Berdasarkan data laporan mingguan, realisasi pekerjaan telah mencapai 51,52 persen, sementara target rencana untuk periode tersebut adalah 50,72 persen. Hal ini mencatatkan deviasi positif sebesar 0,80 persen, yang mengindikasikan bahwa pelaksanaan pekerjaan berjalan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan dengan tetap memperhatikan aspek mutu dan kualitas konstruksi.
Preservasi jalan ini mencakup penanganan sepanjang 7,42 kilometer dengan lebar badan jalan 5,50 meter serta penambahan bahu jalan selebar 0,5 meter. Peningkatan infrastruktur ini merupakan langkah krusial bagi warga Kecamatan Mapat Tunggul dan sekitarnya.
Dampak nyata dari progres pengerjaan ini tidak hanya terlihat pada angka-angka di laporan, tetapi dirasakan langsung oleh masyarakat yang melintas setiap hari. Bagi warga lokal, perubahan kondisi jalan memberikan harapan baru bagi aktivitas sehari-hari.
"Dulu, saat musim hujan, jalan ini sangat sulit dilalui. Banyak lubang besar dan tanah yang licin, sehingga mobilitas kami sangat terhambat. Sekarang, meski belum selesai seratus persen, perubahannya sudah sangat jauh berbeda. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Satker PJN Wilayah 1 Sumbar dan kontraktor yang terus bekerja keras di lapangan," ujar salah satu warga setempat yang kesehariannya melintas di ruas jalan tersebut.
Senada dengan warga, para pengemudi angkutan barang (mobil box) yang kerap mendistribusikan logistik ke wilayah Mapat Tunggul juga mengungkapkan apresiasi yang tinggi. Bagi mereka, percepatan pengerjaan ini berdampak langsung pada efisiensi operasional.
"Sebagai sopir yang setiap hari membawa muatan logistik, kondisi jalan yang makin rata ini sangat membantu. Biaya perawatan kendaraan menjadi lebih irit, dan waktu tempuh jadi jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Apresiasi besar buat PPK-PJN Wilayah 1 dan pelaksana di lapangan yang tidak kenal lelah mengerjakan jalan ini demi kelancaran ekonomi kami," ungkap salah seorang pengemudi mobil box yang sedang melintas.
Sebelumnya, akses jalan di wilayah ini dilaporkan dalam kondisi rusak berat, bahkan di beberapa titik masih berupa jalan tanah. Kondisi tersebut selama ini menjadi kendala utama yang menghambat kelancaran mobilitas warga serta distribusi logistik.
Dengan progres yang terus dipacu, kehadiran infrastruktur yang lebih layak ini diharapkan mampu memangkas hambatan transportasi dan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Pasaman. Hingga saat ini, pekerjaan di lapangan terus diawasi guna memastikan target penyelesaian tetap selaras dengan kualitas standar konstruksi yang diharapkan. (And)
