SOLOK SELATAN - 2 APRIL 2026 - Komitmen Pemerintah Pusat dalam mempercepat pemerataan infrastruktur di wilayah Sumatera Barat terus menunjukkan progres signifikan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah proyek Peningkatan Jalan S. Sungkai – Log Batu Sandi/Batas Dharmasraya yang kini tengah dipacu pengerjaannya di Kabupaten Solok Selatan.
Proyek strategis di bawah naungan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat ini mendapat respon positif dari berbagai pihak. Fokus utama tertuju pada kinerja PT. Arafah Alam Sejahtera selaku kontraktor pelaksana, yang dinilai menunjukkan profesionalisme tinggi dan transparansi dalam menjalankan amanat pembangunan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pihak rekanan sangat tertib dalam pemenuhan administrasi dan keterbukaan informasi publik. Hal ini terlihat dari papan informasi proyek yang merincikan detail pekerjaan secara gamblang. Proyek dengan nilai kontrak Rp65.177.490.000 ini dijadwalkan rampung dalam masa pengerjaan 180 hari kalender.
Dukungan teknis juga diperkuat oleh konsultan supervisi dari PT. Eskapindo Matra KSO, PT. Jasa Mitra Manunggal, dan PT. Indec Internusa. Sinergi ini memastikan bahwa setiap tahapan konstruksi, mulai dari fondasi hingga pengaspalan, memenuhi standar spesifikasi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga.
Peningkatan ruas jalan yang menghubungkan Solok Selatan dengan batas Dharmasraya ini bukan sekadar urusan teknis konstruksi. Bagi masyarakat setempat, jalan ini adalah urat nadi ekonomi.
"Apresiasi layak diberikan kepada pelaksana yang bekerja secara terukur. Dengan akses yang berkualitas, mobilitas logistik dan hasil perkebunan warga akan jauh lebih efisien. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam membangun daerah," ujar seorang warga di lokasi proyek.
Tidak hanya fokus pada kecepatan pengerjaan, PT. Arafah Alam Sejahtera juga berkomitmen pada ketahanan infrastruktur dengan menyediakan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender. Hal ini memberikan jaminan bahwa kualitas jalan akan tetap terjaga pasca-pengerjaan selesai, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh pengguna jalan.
Dengan progres yang terjaga, proyek ini diharapkan menjadi percontohan sinergi yang baik antara pemerintah, kontraktor, dan pengawasan masyarakat dalam mewujudkan infrastruktur Sumatera Barat yang lebih tangguh dan terkoneksi di tahun 2026 ini. (And)
