Infrastruktur jalan bukan sekadar hamparan aspal dan beton, ia adalah urat nadi kehidupan yang menentukan denyut ekonomi serta integrasi sosial suatu daerah. Pasca-arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 2026, sebuah potret membanggakan muncul dari ranah Minang. Kualitas jalan nasional di Sumatera Barat (Sumbar) menuai sorotan positif, memicu organisasi Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) untuk memberikan apresiasi resmi terhadap kinerja Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat.
Apresiasi yang dilayangkan KJI didasari oleh pantauan langsung tim di berbagai titik kabupaten dan kota. Hasilnya, testimoni kepuasan mengalir deras dari para pengguna jalan, terutama sopir travel lintas provinsi yang setiap hari bergelut dengan dinamika jalur Sumatera.
"Alhamdulillah, infrastruktur jalan nasional di Sumatera Barat kalau dibandingkan dengan provinsi tetangga, kondisinya jauh lebih lumayan mantap," ungkap beberapa pengemudi saat ditemui tim KJI pada masa arus balik lalu. Pengakuan ini menjadi indikator valid bahwa pemeliharaan dan pembangunan yang dilakukan memberikan dampak instan terhadap kenyamanan dan keamanan transportasi publik.
Keberhasilan menjaga kemantapan jalan ini dinilai sebagai buah dari manajemen yang presisi. Di bawah kepemimpinan Masudi, ST., MT, Satker PJN Wilayah II terbukti mampu menggerakkan tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) secara selaras dan profesional.
Sinergi tersebut terlihat nyata dari kinerja tim PPK di berbagai wilayah kerja:
* Zulfikar Kurniawan, ST., M.Si (PPK 2.1)
* Dhani Asri, ST (PPK 2.2)
* Yan Purwandi, ST (PPK 2.3)
* Gina Lamria Indriati Tampubolon (PPK 2.4)
* Rai Fraja Novfandro, ST., M.Sc. (PPK 2.5)
Ketua Umum KJI, Andarizal, menegaskan bahwa di bawah komando yang solid, seluruh kegiatan proyek berjalan sesuai standar teknis. "Faktanya, para pelintas mengakui kelancaran jalur pasca-lebaran ini sebagai hasil kerja nyata mereka di lapangan," ujarnya.
Dunia infrastruktur memang tak jarang diterpa isu miring atau kritik terkait pelaksanaan proyek. Namun, hal tersebut adalah dinamika wajar dalam pembangunan. Yang terpenting adalah bagaimana tim PJN Wilayah II tetap fokus pada tanggung jawab mereka tanpa kehilangan profesionalisme.
"Adanya pemberitaan miring adalah hal yang wajar sebagai bentuk kontrol sosial. Namun, mereka menjawab kritik bukan dengan kata-kata, melainkan dengan kualitas aspal yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat," tambah Andarizal.
Apresiasi dari KJI ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi jajaran PJN Wilayah II untuk terus mempertahankan, bahkan meningkatkan standar kualitas jalan nasional di Sumbar. Dengan kondisi jalan yang dinilai "lebih unggul dari tetangga," Sumatera Barat kini memperkuat posisinya sebagai daerah dengan konektivitas terbaik di regional Sumatera, mendukung percepatan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Padang, 4 April 2026
Oleh: Redaksi
