Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dibalik Angka Bencana, Mahyeldi Ingatkan Ada Keluarga yang Menunggu Bantuan Lebih Cepat

29 November 2025 | 29 November WIB Last Updated 2025-11-29T03:41:27Z

PADANG, SUMATERA BARAT - 29 NOVEMBER 2025 - Saat Sumatera Barat kembali diuji oleh cuaca ekstrem, Gubernur Mahyeldi Ansharullah mengingatkan bahwa penanganan bencana tidak boleh hanya berkutat pada data dan laporan statistik semata. Di balik setiap laporan kerusakan, tersimpan kisah nyata, keluarga yang cemas menunggu bantuan, orang tua yang merindukan akses jalan, dan anak-anak yang mendambakan kembali rasa aman.


"Setiap kali bencana datang, saya selalu teringat satu hal, di balik angka-angka dan laporan, ada keluarga yang menunggu bantuan tiba lebih cepat, ada orang tua yang berharap akses jalan segera terbuka, ada anak-anak yang ingin kembali merasa aman," ujar Gubernur Mahyeldi Ansharullah, didampingi Wakil Gubernur Vasko Ruseimy.


Menanggapi tantangan ini, baru-baru ini Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar FGD (Forum Group Discussion) bersama seluruh Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) di Padang. Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis untuk merajut kembali koordinasi yang lebih solid dan responsif.


FGD ini bertujuan untuk memastikan setiap langkah penanganan bencana, dari evakuasi hingga distribusi bantuan, berjalan lebih terintegrasi, lebih cepat, dan lebih tepat.


Salah satu keputusan krusial yang lahir dari rapat tersebut adalah mengenai informasi bencana. Untuk menepis kebingungan dan kabar yang simpang siur di tengah masyarakat, Gubernur Mahyeldi memutuskan bahwa mulai hari itu, seluruh data bencana dari tingkat kabupaten dan kota akan dipusatkan di satu pintu.


"Mulai hari ini, seluruh data bencana dari kabupaten dan kota akan dipusatkan agar tidak ada lagi informasi yang simpang siur. Ini adalah kunci untuk pengambilan keputusan yang cepat dan tepat," tegasnya.


Mahyeldi menekankan bahwa prioritas utama penanganan saat ini adalah membuka kembali akses jalan. Jalan dianggap sebagai urat nadi yang menentukan kecepatan bantuan dapat disalurkan dan pemulihan ekonomi dapat dimulai.


Selain fokus pada perbaikan segera, Pemerintah Provinsi juga menyiapkan rencana jangka panjang dan jalur-jalur alternatif. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi nyata agar Sumatera Barat dapat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem yang frekuensinya semakin meningkat.


“Akses jalan menjadi prioritas utama, karena dari sanalah bantuan bergerak dan pemulihan dimulai. Kami juga menyiapkan jalur alternatif dan solusi jangka panjang agar Sumbar lebih siap menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering datang,” tutup Mahyeldi


Rapat ini menjadi penanda, bahwa bagi jajaran pimpinan Sumbar, penanganan bencana adalah komitmen untuk hadir sepenuhnya bagi setiap warganya, menjamin keselamatan, dan memberikan harapan di tengah kesulitan. (And) 

×
Berita Terbaru Update