PADANG - Raut lelah tampak jelas di wajah warga Koto Tangah, Kota Padang. Namun, di balik keletihan itu, ada semangat pemulihan yang membara. Pasca-banjir besar yang menerjang, kini seluruh perhatian tertuju pada denyut nadi kehidupan kawasan tersebut, Sungai Batang Kabung Ganting.
Pada hari Rabu (3/12/25), suasana di sepanjang aliran sungai ini jauh dari kata damai. Hulu sungai seolah memuntahkan sisa-sisa amukannya. Tumpukan material yang dibawa arus deras mulai dari kayu-kayu raksasa yang tumbang, hingga jutaan ton pasir dan lumpur tebal kini menjadi saksi keganasan banjir. Material-material ini menimbun badan sungai, menciptakan sumbatan masif yang tak hanya mengancam kelancaran aliran air, tetapi juga menghantui dengan potensi banjir susulan jika hujan deras kembali mengguyur.
Untuk memecah kebuntuan alam ini, Pemkot Padang mengambil tindakan sigap. Pagi itu, dua unit ekskavator berwarna kuning diturunkan ke titik-titik penumpukan terparah. Suara bising mesin berat menjadi melodi harapan baru, mengalahkan bunyi gemericik air yang kini tercekik.
"Ini adalah bagian dari upaya percepatan. Kita tidak bisa biarkan material ini berlama-lama di sini. Risiko penyumbatan sangat tinggi, dan kita harus antisipasi, terutama saat musim hujan," ujar seorang petugas di lokasi.
Dengan lengan baja yang kuat, ekskavator mulai beraksi. Kayu-kayu gelondongan diangkat perlahan, dipindahkan ke sisi sungai. Kemudian, sedimen pasir tebal digali, membuka kembali lebar badan sungai yang sempat "dicuri" oleh lumpur. Pekerjaan ini dilakukan secara bertahap dan fokus, memastikan bahwa setiap kubik material dipindahkan agar air dapat kembali mengalir bebas, kembali ke jalur normalnya.
Proses pembersihan ini bukan sekadar tugas rutin pascabencana; ini adalah langkah strategis antisipasi. Pemulihan aliran Sungai Batang Kabung Ganting menjadi prioritas utama untuk menjamin kawasan Koto Tangah, khususnya di sekitar sungai, dapat bernapas lega dan merasa aman saat curah hujan di Kota Padang kembali menunjukkan peningkatan. Perjuangan melawan sisa-sisa bencana alam ini terus berlangsung hingga seluruh badan sungai benar-benar bersih dan siap menghadapi musim penghujan berikutnya. (And)
