PADANG – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang terus memacu perbaikan unit Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) agar segera bisa dikembangkan oleh warga. Fasilitas ini disiapkan sebagai tempat relokasi sementara bagi masyarakat yang tinggal di zona bahaya bencana banjir.
Kepala Dinas Perkim Kota Padang, Raf Indria, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Padang untuk memastikan keselamatan warga.
“Saat ini sudah ada 10 unit yang siap ditempati sambil kami melakukan perbaikan ringan. Ke depan, perbaikan juga akan terus dilakukan bagi unit-unit lain yang membutuhkan perhatian lebih agar layak huni,” ujar Raf Indria, Minggu (4/1).
Instruksi relokasi ini dikeluarkan oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, setelah melihat kondisi lapangan dan laporan terbaru dari BMKG. Data menunjukkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Kota Padang masih sangat tinggi, sehingga risiko banjir susulan masih mengintai.
Usai memimpin gotong royong pascabanjir di Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, Fadly Amran secara khusus meminta warga yang berada di titik rawan untuk mengutamakan keselamatan.
“Kepada masyarakat yang saat ini berada dalam zona bahaya, kami meminta sekali untuk bersedia relokasi sementara dulu,” imbau Fadly.
Pemerintah Kota Padang berkomitmen agar warga yang bersedia direlokasi mendapatkan tempat yang layak. Selain menyiapkan unit yang ada, Dinas Perkim juga diperintahkan untuk memastikan fasilitas penunjang di Rusunawa berfungsi dengan baik.
“Kami sudah bertransplantasi Dinas Perkim untuk melakukan perbaikan yang diperlukan agar unit-unit Rusunawa kami nyaman untuk ditempati selama masa relokasi. Jadi sekali lagi, kami mohon warga di daerah rawan, seperti di Nanggalo ini, berkenan untuk dipindahkan sementara,” tambah Fadly Amran.
Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa di tengah cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda Kota Padang dalam beberapa hari ke depan. (Dan)
