AGAM – 12 JANUARI 2026 - Di balik sisa-sisa duka yang belum sepenuhnya pudar akibat bencana, baru-baru ini, sebuah momen hangat tercipta di pelosok Kabupaten Agam. Kehadiran Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si, CSFA, di tengah masyarakat Palembayan bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan sebuah pembuktian janji yang ia bawa di dalam hati.
Beberapa waktu lalu, di tengah kekalutan pasca-bencana, Irjen Pol Gatot pernah berbisik kepada warga bahwa ia akan kembali. Dan hari itu, janji tersebut terbayar tunai. Kedatangannya disambut oleh binar mata anak-anak yang rindu akan suasana normal.
"Di tengah luka pasca bencana dan masa pemulihan yang masih berjalan, senyum anak-anak di Palembayan menguatkan kami bahwa harapan tidak boleh padam," ungkap Kapolda dengan nada haru.
Tidak ada sekat protokoler yang kaku. Kapolda memilih untuk duduk bersila, berbagi ruang, dan makan bersama anak-anak serta orang tua murid di lingkungan sekolah. Di sela-sela tawa kecil anak-anak saat menerima paket pakaian dan perlengkapan sekolah baru, terselip doa yang dipanjatkan bersama agar kehidupan di Palembayan segera pulih.
Bagi warga, kehadiran ini lebih dari sekadar bantuan materi, ini adalah pengakuan bahwa mereka tidak sendirian dalam berjuang bangkit dari keterpurukan.
Dalam pesan singkat namun mendalam, Irjen Pol Gatot menekankan bahwa pendidikan adalah harta yang tidak boleh dirampas oleh bencana. Ia ingin perlengkapan sekolah yang dibagikan menjadi pematik semangat bagi anak-anak untuk kembali berani bermimpi.
"Pendidikan tetap menjadi yang utama, karena dari bangku sekolah inilah masa depan lahir dan harapan tumbuh," ucapnya sembari mengusap kepala salah satu siswa.
Menutup kunjungannya, sang Jenderal memberikan suntikan semangat bagi seluruh masyarakat Agam untuk tidak menyerah pada keadaan. Pesan "Pulih Lebih Kuat, Bangkit Lebih Hebat" bukan sekadar slogan, melainkan janji kolektif untuk menata kembali kehidupan yang lebih baik.
Hari itu, di bawah langit Palembayan, pelajaran paling berharga tidak ditemukan di dalam buku teks, melainkan dari sebuah kepedulian yang nyata, bahwa selama kita masih bisa berbagi senyum, harapan akan selalu punya jalan untuk kembali pulang. (And)
