Rekan-rekan sejawat, sahabat seperjuangan, keluarga besar Perkumpulan Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) di seluruh penjuru tanah air.
Tahun ini, bangsa kita tercinta kembali memperingati hari jadinya yang ke-81. Delapan puluh satu tahun sudah menyanyikan Saka Merah Putih berkibar dengan gagah di bumi pertiwi, menandai usia kemerdekaan yang diraih bukan dengan anugerah, melainkan dengan cucuran keringat, darah, dan air mata para pejuang.
Sebagai manusia, di posisi kita dalam merayakan kemerdekaan ini?
Kita bukanlah mereka yang memanggul senjata di medan perang. Kita tidak berada di garis depan pertempuran fisik. Namun, tangan-tangan kita memegang kendali atas sesuatu yang tidak kalah dahsyatnya, pena, suara, dan ruang informasi. Di bilik-bilik redaksi yang sering kali sunyi dari sorot lampu, di bawah terik matahari dan dinginnya malam saat meliput di lapangan, kitalah yang bertugas menjaga api kebenaran dan nalar masyarakat tidak pernah padam.
Namun, mari kita renungkan sejenak. Di tengah arus informasi hari ini, saat derasnya gelombang digital sering kali memaksakan batas antara fakta dan pengakuan, tantangan kita sebagai jurnalis semakin berat. Godaan untuk mencapai kecepatan dengan mengorbankan keakuratan, serta tekanan dari berbagai kepentingan, sering kali menguji integritas yang kita miliki.
Di betapa pentingnya mengapa pada momentum HUT ke-81 RI ini, saya tidak henti-hentinya tiba. Mari kita memperkuat persatuan dan kesatuan sesama jurnalis.
Kemerdekaan Republik Indonesia tidak akan pernah terwujud jika para pendiri bangsa dahulu berjalan sendiri-sendiri, membawa ego golongannya masing-masing. Mereka bersatu karena mereka sadar bahwa beban sejarah hanya bisa dipikul bersama. Begitu juga dengan kita.
Keluarga besar KJI bukanlah sekedar wadah formal untuk berkumpul. KJI adalah rumah bersama, tempat kita saling merangkul di saat lelah, saling mengingatkan di saat khilaf, dan saling menguatkan ketika badai profesi menerpa. Jangan biarkan perbedaan kecil atau ego sektoral memecah belah barisan kita. Kekuatan utama seorang jurnalis tidak hanya terletak pada ketajaman tulisannya, tetapi pada soliditas dan solidaritas sesama manusia.
Kepada rekan-rekan anggota KJI di garda terdepan, teruslah berkarya dengan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers. Jadilah penyampai kebenaran yang tidak disebabkan oleh tekanan, dan jadilah penerang bagi masyarakat yang mendambakan informasi yang objektif serta mencerdaskan.
Mari kita buktikan bahwa kehadiran pers, khususnya melalui barisan Kolaborasi Jurnalis Indonesia, senantiasa menjadi bagian penting yang merawat denyut nadi kemandirian bangsa ini.
Teruslah melangkah dengan kepala tegak, jaga kehormatan profesi kita, dan rawat terus persaudaraan di antara kita.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!
Jayalah Pers Indonesia!
Jayalah Kolaborasi Jurnalis Indonesia!
Merdeka!
Padang, 18 Agustus 2026
Oleh: Andarizal, Ketua Umum KJI
