TANAH DATAR - Di tengah kepungan sisa material dan duka yang masih menyelimuti, denyut harapan mulai terasa di Nagari Guguak Malalo, Tanah Datar. Bupati Eka Putra, pada Senin (08/12), turun langsung menyapa warganya, memberikan penjelasan yang menenangkan sekaligus memimpin upaya tanggap darurat pasca bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Pertemuan yang sederhana namun penuh makna tersebut menjadi panggung bagi warga dan perangkat nagari untuk melepas beban dan menyampaikan keluh kesah. Dengan tatapan mata yang menunjukkan kelelahan namun menyimpan semangat untuk bangkit, warga Guguak Malalo tak hanya menyampaikan permasalahan, tetapi juga melayangkan apresiasi setinggi-tingginya atas respons cepat dari pihak berwenang.
Fokus utama penanganan saat ini adalah pembersihan sisa material banjir yang menimbun akses dan lahan warga. Bupati Eka Putra menjelaskan bahwa Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWS Sumatera V) Padang bergerak cepat menjadi pahlawan di lapangan.
"Kami bersyukur atas sinergi yang terjalin. BWS Sumatera V Padang telah menurunkan excavator berat, alat yang sangat krusial saat ini, untuk mempercepat pembersihan timbunan lumpur dan kayu. Ini adalah langkah awal kita untuk memulihkan keadaan," ujar Bupati Eka Putra, menekankan pentingnya bantuan alat berat tersebut.
Kehadiran ekskavator itu disambut dengan kelegaan. Alat berat tersebut kini bekerja siang malam, menyingkirkan material padat yang menjadi saksi bisu keganasan alam.
Yang menarik, Kepala BWS Sumatera V Padang, Naryo Widodo, juga hadir dalam kesempatan tersebut. Ia tak hanya menjadi penonton, melainkan duduk bersama, mendengarkan langsung suara dari "jantung" Nagari Guguak Malalo.
"Kami datang untuk mendengar dan memastikan bantuan yang kami berikan tepat sasaran," ucap Naryo Widodo, saat ia menyimak setiap detail keluhan yang disampaikan oleh Kepala Daerah dan perwakilan warga. Komunikasi dua arah ini menjadi kunci dalam menentukan prioritas penanganan, memastikan bahwa upaya pemulihan berjalan efektif sesuai kebutuhan riil masyarakat yang terdampak.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama antara pemerintah daerah, BWS-V Padang, dan masyarakat, untuk bahu-membahu mempercepat pemulihan dan memastikan infrastruktur vital dapat berfungsi kembali secepatnya. Upaya tanggap darurat ini bukan hanya sekedar membersihkan puing, tetapi juga menanamkan kembali semangat dan optimisme di tengah masyarakat Tanah Datar. (And)
