-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Di Lembah Air Mata dan Puing Harapan, Kapolda Sumbar Peluk Mimpi Generasi

07 Desember 2025 | 07 Desember WIB Last Updated 2025-12-07T10:23:00Z

PADANG - 7 DESEMBER 2025 - Di bawah langit Sumatera yang sering meratap, tempat bumi telah muntahkan lumpur dan air bah, terhampar sisa-sisa kisah pilu. Bencana banjir dan longsor telah menorehkan luka menganga, rumah-rumah kini hanya tinggal kenangan basah, kendaraan hanyut tak berjejak, dan harta benda musnah ditelan amarah alam.


Namun, baru-baru ini kehangatan hadir di tengah dinginnya duka. Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA., melangkah di antara genangan air, bukan sebagai penguasa yurisdiksi, melainkan sebagai seorang ayah yang datang mendengarkan. Ditemani anggotanya, beliau menyerap setiap helaan napas berat dan curahan hati yang tersangkut di tenggorokan warga.


Setiap kisah yang mengalir tentang dinding rumah yang roboh, keluarga yang hilang ditelan arus, tentang perjuangan hidup yang kini harus dimulai dari nol didengarkan dengan kepala tertunduk dan mata penuh empati. Beliau membiarkan duka itu menjadi gelombang yang menghantam, dan beliau berdiri kokoh sebagai dermaga.


Namun, ada satu untaian kata yang sanggup menggetarkan jiwa sang pemimpin lebih dalam, masa depan anak-anak.


Ketika pembicaraan menyentuh nasib bangku sekolah yang kosong, tentang pena yang tak lagi bisa menulis cita-cita, dan seragam yang kini tinggal sobekan kenangan, seketika tatapan mata Kapolda berubah. Itu adalah titik balik, di mana kepiluan berubah menjadi momentum aksi.


Sebab, di tengah kemusnahan materi, satu-satunya permata yang tidak boleh hilang adalah Mimpi.


Dengan suara yang tegas, namun diliputi kelembutan seorang pelindung, beliau berujar, membangun kembali fondasi masa depan di atas tanah yang becek. 


 “Buk, semua kebutuhan anak sekolah tolong dicatat. Mulai dari baju, sepatu, dan alat tulis, nanti kita cukupi semua, nanti kita bantu.”


Sebuah janji yang sederhana, namun mengandung kekuatan maha dahsyat. Bagi Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, pendidikan bukanlah sekadar kurikulum, ia adalah kunci, lentera, dan sayap bagi generasi muda untuk terbang jauh dari lembah bencana. Ia adalah penawar yang harus dijaga agar api harapan dan cita-cita tetap menyala, terang benderang di tengah kegelapan yang mengepung.


Kunjungan ini bukan hanya tentang menyalurkan bantuan logistik, melainkan tentang menanamkan keyakinan bahwa mereka tidak sendiri. Bahwa di setiap puing yang tersisa, ada tangan yang siap mengulurkan pertolongan.


Semoga langkah mulia ini dikuatkan, dan semoga setiap benih harapan yang ditaburkan Kapolda menjadi tunas-tunas baru yang kelak menjulang tinggi, membawa Sumatera Barat bangkit dari air mata menuju cakrawala yang lebih cerah. (And) 

×
Berita Terbaru Update