-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Gibran Kunjungi Agam, Janjikan Pemulihan Cepat, Prioritaskan Korban Rentan

04 Desember 2025 | 04 Desember WIB Last Updated 2025-12-04T11:35:14Z

AGAM, SUMBAR – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menjejakkan kaki di tanah Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis (4/12/2025), untuk meninjau langsung dampak parah bencana. Dalam suasana duka yang masih menyelimuti, Gibran menyampaikan pesan kuat dari pemerintah pusat, proses pemulihan akan dipercepat.


Kunjungan ini berfokus pada daerah yang dilaporkan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, sebagai wilayah dengan jumlah korban dan kerusakan paling masif, terutama pada sektor pertanian dan permukiman warga.


Di hadapan para korban dan jajaran pemerintah daerah, Wapres Gibran menyatakan duka cita yang mendalam. "Bapak Ibu tidak sendiri, warga Sumatera tidak sendiri," ujarnya, menegaskan mandat Presiden untuk segera menggenjot upaya pemulihan.


Langkah awal yang menjadi prioritas adalah perbaikan akses. Gibran menekankan pentingnya pembukaan akses jalan dan perbaikan komunikasi untuk melancarkan distribusi bantuan yang akan terus didorong melalui jalur darat, udara, dan laut. Setelah akses terbuka, fokus akan dialihkan pada pemulihan infrastruktur jangka panjang, mencakup perbaikan fasilitas kesehatan, sekolah, jembatan, hingga jaringan jalan utama.


Salah satu perhatian utama Wapres adalah kondisi di pengungsian. Ia secara spesifik meminta Kepala Daerah, BNPB, dan aparat keamanan untuk memastikan logistik dasar terpenuhi, yakni tenda yang layak, jaminan makan tiga kali sehari, dan ketersediaan air bersih.


 "Saya minta... memastikan tenda layak, makan tiga kali sehari, air bersih, serta perhatian khusus untuk lansia, anak-anak, dan ibu hamil," ucap Gibran, menunjukkan kepedulian terhadap kelompok rentan yang paling terdampak.


Gubernur Mahyeldi Ansharullah mengonfirmasi bahwa pemerintah pusat telah menjamin pembangunan kembali infrastruktur yang rusak dan bantuan untuk perbaikan rumah warga. Meskipun akses komunikasi mulai terbantu dengan layanan Starlink, Mahyeldi menyebutkan bahwa kebutuhan paling mendesak di lapangan adalah makanan, pakaian, dan pasokan air bersih.


Sementara itu, Bupati Agam, Benni Warlis, menyampaikan data yang memprihatinkan. Hingga hari ini, tercatat 169 korban telah ditemukan, namun 84 lainnya masih dinyatakan hilang. Bencana ini juga telah memaksa lebih dari 15.000 warga mengungsi, sementara sekitar 20.000 warga lain masih terisolasi akibat terputusnya akses jalan.


Distribusi bantuan telah diupayakan, termasuk penggunaan jalur udara dan kendaraan roda dua untuk menjangkau wilayah terpencil seperti Tanjung Sani dan Sungai Batang. Namun, Bupati Benni menyampaikan bahwa perjuangan belum usai.


"Untuk penanganan itu, kami masih membutuhkan tambahan alat berat," ungkap Benni Warlis, menyoroti tantangan besar dalam membersihkan dan membangun kembali infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, dan sawah yang hancur.


Meskipun dalam kondisi yang berat, Benni mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk bantuan dari Provinsi Riau dan Sumatera Selatan. Kehadiran Wapres diyakini membawa optimisme baru.


“Agam tidak akan mampu menangani ini sendirian. Dengan kehadiran Pak Wapres, kami optimis kondisi akan pulih kembali. Mudah-mudahan tangisan masyarakat hari ini bisa berubah menjadi senyuman,” tutupnya penuh harap.


Wapres Gibran menutup kunjungannya dengan menegaskan bahwa seluruh masukan dan kondisi yang dilihatnya di lapangan akan segera dilaporkan kepada Presiden, sebagai bagian dari upaya nasional untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak. (And) 

×
Berita Terbaru Update