PADANG - Proses pemulihan akibat bencana hidrometeorologi, yang telah melumpuhkan sebagian wilayah Kota Padang, kini menjadi sorotan utama. Dalam sebuah rapat evaluasi kritis yang digelar di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang pada Jumat (5/12/2025), Pemerintah Kota Padang mengakui bahwa tantangan di lapangan masih jauh dari kata selesai, meskipun masa tanggap darurat akan segera berakhir.
Rapat penting tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. Dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, hingga Dinas Sosial, pertemuan ini bertujuan untuk meninjau secara mendalam efektivitas penanganan banjir dan longsor yang terjadi sejak akhir November.
Dalam pengarahannya, Wawako Maigus Nasir menegaskan bahwa penetapan masa tanggap darurat yang dimulai sejak 25 November 2025 akan resmi berakhir pada 8 Desember 2025. Namun, nada kekhawatiran terdengar jelas dari pimpinan rapat.
“Tanggal 8 Desember adalah batas waktu yang kita tetapkan, tapi mari kita lihat kondisi di lapangan. Kita tidak bisa berpura-pura bahwa masalah telah selesai. Infrastruktur kita masih terluka, puluhan keluarga masih berjuang untuk kembali ke rumah mereka, dan trauma psikologis masih membayangi,” ujar Maigus Nasir dengan nada serius, mendesak seluruh OPD untuk bergerak lebih cepat.
Laporan dari berbagai instansi menunjukkan bahwa meskipun bantuan logistik sudah tersalurkan dan akses jalan utama mulai dibuka, pekerjaan rekonstruksi skala besar masih menanti.
* Infrastruktur: Banyak titik jembatan dan gorong-gorong yang rusak parah akibat terjangan air bah, terutama di wilayah perbukitan yang terdampak longsor.
* Pemukiman: Proses pembersihan lumpur tebal dari rumah-rumah warga di kawasan dataran rendah masih membutuhkan mobilisasi alat berat dan relawan yang lebih masif.
* Pertanian: Ribuan hektar lahan pertanian dan perkebunan terendam, mengancam mata pencaharian utama warga di pinggiran kota.
Rapat evaluasi ini menjadi momentum bagi Pemkot Padang untuk menyusun strategi pasca-tanggap darurat, berfokus pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Maigus Nasir menekankan bahwa setelah 8 Desember, fokus harus beralih dari penyelamatan cepat menuju pemulihan permanen dan mitigasi bencana di masa mendatang.
"Kita perlu memastikan bahwa tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pemulihan ini. Data kerusakan harus divalidasi dengan cepat agar bantuan rekonstruksi dapat disalurkan tepat sasaran," pungkasnya, menandakan bahwa tantangan sesungguhnya Kota Padang baru saja dimulai. (And)
